Mengatasi Emosi Negatif Saat Pemberian Tata Laksana Perilaku Pada ABK

Pesona Moderato FM Madiun

Mengatasi Emosi Negatif Saat Pemberian Tata Laksana Perilaku Pada ABK

Terapi perilaku merupakan istilah umum untuk jenis terapi yang mengobati gangguan perilaku negatif atau gangguan kesehatan mental. Terapi ini berusaha mengidentifikasi dan membantu mengubah perilaku tidak sehat yang berpotensi merusak diri sendiri. Gagasan utamanya adalah bahwa semua perilaku dipelajari dan bahwa perilaku tidak sehat dapat diubah. Fokus perawatan seringkali tertuju pada permasalahan yang aktual saat ini dan bagaimana dapat mengubahnya.

Terapi perilaku sering juga dikenal sebagai terapi behaviour atau terapi tingkah laku. Tujuan utama terapi  behaviour adalah untuk memperkuat perilaku yang diinginkan dan menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan atau maladaptif. Terapi ini berakar pada prinsip behaviorisme, dasar pemikiran yang kita pelajari dari lingkungan kita melalui tindakan. Karena itu, terapi perilaku cenderung sangat fokus.

Perilaku si subjek adalah masalah itu sendiri dan objektifnya adalah untuk mengajarkan subjek perilaku baru untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah utamanya.

Emosi diartikan sebagai dari reaksi terhadap situasi tertentu yang dilakukan oleh tubuh. Hal yang biasanya memiliki kaitan dengan aktivitas berpikir (kognitif) seseorang, yaitu sifat dan intensitas dari emosi, yang dihasilkan dari persepsi akan situasi yang terjadi.

Emosi menjadi salah satu aspek yang memiliki pengaruh besar atas sikap manusia selama ini. Hal itu dibarengi dengan dua aspek yang lain, yaitu adanya daya pikir (kognitif) dan psikomotorik (konatif), biasanya emosi sering dikenal dengan aspek afektif, hal ini merupakan dari penentuan sikap, yang menjadi salah satu predisposisi dari perilaku manusia

Emosi negatif sering kali merugikan orang lain bahkan diri sendiri. Contoh dari emosi negatif adalah marah, benci, dendam, kecewa, dan lain sebagainya. Emosi negatif yang tidak dikelola dan dikendalikan dapat berdampak buruk bagi diri sendiri dan bisa mempengaruhi hidup bahkan merusaknya.

Inilah beberapa contoh emosi yang bersifat negatif:

  1. Emosi ini lawan dari perasaan senang.
  2. Emosi ini muncul ketika seseorang mendapatkan suatu kegagalan.
  3. Perasaan Tidak Stabil. (mood swing atau suasana hati yang sering berubah-ubah)
  4. Perilaku self harm/injury

Potensi menyakiti diri sendiri atau selfharm pada anak dapat muncul sepuluh tahun sebelum mereka mencapai usia remaja atau dewasa. Menyakiti diri sendiri atau biasa disebut self harm merupakan perilaku merusak jaringan tubuh baik dengan cara melukai diri atau meracuni diri yang dilakukan secara sengaja tanpa adanya niat bunuh diri. Secara umum self harm dilakukan sebagai cara bertahan dari keadaan yang sulit. Jumlah riil pelaku self harm sangat sulit diidentifikasi.

 

Sumber : Dalta Ozora, Sekolah Anak Autis & Spesial Needs, Sidomulyo RT 11/RW 3, Kec. Sawahan, Kab. Madiun // Mayjend Sungkono No. 62 Lantai 2, Madiun // 0819615210 // E-mail : daltaozora@yahoo.com

http://autismadiun.blogspot.com        

 

Have your say