STIMMING DAN SENSORI INTEGRASI

Pesona Moderato FM Madiun

STIMMING DAN SENSORI INTEGRASI

Stimming, seperti yang dilansir dari situs kesehatan Verrywell,com dan Healthline, adalah singkatan dari self-stimulating behavior alias perilaku yang sengaja dilakukan untuk memberikan rangsangan pada indra tertentu. Perilaku stimming ini mengacu pada gerakan tubuh, menggerakan benda, dan mengeluarkan kata-kata atau kalimat secara berulang. Perilaku ini biasa terjadi pada seseorang yang memiliki autisme. Stimming sendiri bisa mencakup semua indra termasuk penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan, pengecapan, serta keseimbangan dan gerakan.

Sensori integrasi adalah bentuk pengorganisasian  dari semua input sensori yang ada. Input senosri yangmasuk ke tubuhkita, tidak hanya terbatas melalui telinga dan mata, namun melalui semua bagian tubuh yang ada. Pada kondisi yang normal, otak mampu untuk mengolah dan semua senori yang masuk dengan baik. bisa diibaratkan seperti arus lalu lintas yang diatur oleh polisi. Pada kondisi yang baik, arus lalu lintas dapat berjalan lancar-begitu juga pada kondisi yang normal, otak mampu mengolah informasi yang masuk, menjadi sikap, perilaku, kemampuan belajar yang optimal. Kemampuan memberikan respon yang sesuai  dengan rangsangan, input dan situasi, disebut respon yang adaptif (adaptive response).

Teori lain menyebutkan bahwa stimming bisa membantu merangsang sistem sensorik. Ada pendapat juga yang mengatakan bahwa stimming pada autisme memiliki efek menenangkan dan memberikan kenyamanan. Stimming pada autisme terjadi saat mereka merasakan suatu emosi seperti kegembiraan, kebahagiaan, kebosanan, stres, ketakutan, dan kegelisahan.

Sekitar 5-10 % anak di negara ini, banyak yang mengalami gangguan sensori,yang mengarah pada gangguan belajar dan gangguan perilaku. Biasanya anak terlihat normal serta memiliki tingkat kecerdasan rata-rata atau dibawah rata-rata.

  1. Diagnosis

Gangguan integrasi sensori bukan merupakan gangguan medis. Kita hanya bisa membandingkan dengan kondisi yang “normal” atau “typical” dengan pedoman diagnosis test. Hanya orang yang terlatih mampu untuk membedakan antara kondisi integrasi sensori yang baik dengan inegrasi sensori yang kurang baik;

2. Gejala awal yang muncul

Anak dengan gangguan integrasi sensori, berlari, berguling, berdiri, duduk, memakai sepatu, memakai sepeda roda dua. Hal ini bukan karena gangguan pada otot atau saraf anak, melainkan karena otak mengalami gangguan untuk dapat “mengatur”/mengkoordinasikan” hal tersebut dengan baik.

Ketika anak bermain dengan temannya, dia belum mampu bermain dengan baik, sebagaimana temannya, seperti untuk bermain puzzle, bermain pura-pura, sering merusakatau mematahkan mainan, terjatuh, lebih sering, dibandingkan dengan anak seusianya. Keterlambatan bicara, merupakan tanda awal dari sesuatu yang tidak “baik” pada otak. Bukan anak tidak mampu mendengar, tapi apa yang masuk atau yang dia dengar dan rasakan tidak dapat direspon dengan baik. Beberapa anak yang lain bisa atau mengerti yang diinginkan, namun kesulitan untuk merangkai kata menjadi kalimat yang baik.

Terapi Sensori Integrasi khususnya okupasi terapi, adalah suatu pendekatan yang mampu melihat perilaku manusia dari sisi perkembangan syaraf dan biologis. Istilah okupasi sendiri berarti suatu kondisi, dimana terapist membantu individu untuk meningkatkan kualitas dari aktifitas sehari-hari, sehingga menjadi lebih bermakna dengan cara menggunakan aktifitas fisik-lebih banyak dibandingkan dengan berpikir dan berbicara.

Semua hal yang diuraikan diatas, tidak akan berjalan efektif, bila tidak disertai dengan disiplin dan konsistensi dari orang yang ada disekitar anak, apakah guru, terapist atau orang tua. Disiplin sangat diperlukan setiap saat, disiplin bukan berarti anak tidak boleh melakukan hal yang disukainya, namun lebih pada pengaturan aturan dan rewards. Setiap anak telah menjalankan aturan akan diberikan hadiah atau rewards. Jangan terlalu banyak perkataan atau ucapan yang kita berikan. Sekali kita mengatakan boleh atau tidak boleh terhadap suatu hal.

 

Sumber :

DALTA OZORA // Sekolah Anak Autis & Special Needs, Alamat : Sidomulyo RT 11/RW 3, Kec.Sawahan, Kab. Madiun II Jl.Mayjend Sungkono No.62 Lantai 2, Madiun // Izin Diknas Kab.Madiun No. 412.9/308/402.107.05/2008

E-mail: ariefHYPERLINK “mailto:ariefbudhisantoso@yahoo.com”budhisantoso@yahoo.com

 

http://autismadiun.blogspot.com

 

 

 

Have your say