Apa Itu Terapi Sensori Integrasi?

Pesona Moderato FM Madiun

Apa Itu Terapi Sensori Integrasi?

Terapi Sensori Integrasi (SI) menekankan stimulasi pada tiga indra utama, taktil (sentuhan), vestibular dan proprioceptif, yang membantu interpretasi dan respon anak terhadap lingkungan.

Taktil

Memberikan informasi kepada seseorang mengenai sesuatu yang menyentuhnya. Indera terbesar yang dimiliki oleh manusia adalah taktil, karena mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, terdapat reseptor.

Berikut gangguan pada sensori, yakni:

a. Hipersensitif

Maka cenderung menghindari sentuhan, tidak suka disentuh, menolak makan dengan tekstur tertentu, menolak memakai bahan pakaian dengan bahan tertentu.

b. Hiposensitif

Sering mencari sentuhan dengan orang atau bahan dengan tekstur tertentu, kurang memiliki koordinasi gerakan, selalu bergerak dan sulit diam.

c. Sensastion seeking

Perilaku yang muncul karena kecenderungan mencari input sensori untuk kebutuhan tubuhnya.

 

Vestibular

Indera yang berikutnya adalah vestibular, letaknya di telinga bagian dalam yang sangat berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh manusia,pergerakan dan gravitasi, yang menjaga postur anak saat melakukan gerakan. Seperti takut naik ayunan, takut naik lift, eskalator. Bisa juga pada kasus yang hiposensitif, kurang merasakan sensasi jatuh, kurang protektif menahan diri agar tidak jatuh.

 

paProprioceptif

Indera yang memiliki tanggng jawab atas kesadaran tubuh, memberikan informasi mengenai dimana posisi tubuh, besarnya kekuatan untuk melakukan suatu gerakan. Seperti minum, menulis, makan, mengancingkan baju. Kesulitan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan dari otot-otot untuk memegang pensil,

Pada dasarnya sensori integrasi merupakan suatu proses neurologik dalam mengatur dan menterjamahkan input, sensorik, untuk dapat memberikan respon yang sesuai dengan input tersebut. Adanya gangguan fungsi otak, bisa menghambat kemampuan mengatur dan menterjemahkan informasi sensori motor.

Gangguan fungsi sensori integrasi biasanya menunjukkan berbagai masalah dalam belajar atau perilaku, seperti :

  1. Hambatan prestasi di sekolah;
  2. Kurang percaya diri
  3. Masalah emosi sosial
  4. Tampak terlalu aktif atau pendiam
  5. Perhatiannya mudah beralih
  6. Kurang dapat mengontrol diri
  7. Terlalu peka atau kurang peka terhadap sentuhan, gerak atau suara;
  8. Gerakannya agak kikuk

Beberapa anak dengan diagnosis berikut kemungkinan juga ada yang mengalami gangguan fungsi sensori.

  1. Autisme
  2. Down syndrome
  3. ADHD
  4. Asperger Syndrome
  5. Speech delay

Sumber : DALTA OZORA [Sekolah Anak Autis & Spesial Needs]

Have your say